Crystal X banner

Saturday, October 11, 2014

Olahan Susu Kambing Etawa Bubuk


Susu Kambing Bubuk saat ini sedang banyak digandrungi di di indonesia bahkan dunia, saat ini susu kambing etawa segar sangat diminati banyak orang namun dewasa ini susu kambing etawa bubuk merupakan produk yang sangat dicari seluruh lapisan masyarakat. Pemasaran susu kambing etawa segar terkendala oleh pertumbuhan mikroorganisme perusak susu, sehingga air dari susu kambing etawa segar tidak bisa bertahan lama. Untuk itu untuk mamaksimalkannya sekarang mulai dikembangkan pengolahan susu kambing etawa menjadi susu bubuk dan dodol.

Kambing yang berasal dari peranakan Etawa ini merupakan kambing perah yang banyak dipelihara di wilayah di tertentu yang memang sudah menjadi sentral kambing etawa. Biasanya usaha ternak kambing ini hanya untuk mendapatkan keturunan / anak dan belum banyak petani yang tujuan pemeliharaannya mengarah kepada produksi olahan 
Susu. Masih kurangnya minat peternak untuk memproduksi olahan Susu Kambing Etawa disebabkan beberapa alasan, misalkan bau apek yang kurang disukai sebagian konsumen, belum semua peternak kambing etawa mengetahui teknik memerah dan produksi olahan dari susu etawa. Alasan-alasan tersebut kemungkinan disebabkan dengan ketidaktahuan para ternak kambing etawa tentang kebutuhan pasar terhadap olahan Susu Kambing Etawa.
Proses Pasteurisasi tidaklah sesulit yang dibayangkan, proses ini dapat dilakukan dengan memanaskan susu kambing etawa pada suhu  65 C kurang lebih 15 menit, yang bertujuan membunuh bakteri perusak dalam susu. Selanjutnya dinginkan susu agar dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang merugikan. Dengan pengolahan susu kambing seperti metode yang sudah di bahas akan membuat ssusu kambing etawa dapat disimpan selama 5 – 7 hari.

Susu Kambing Etawa bubuk dapat dibuat dengan cara sederhana di industri kecil atau industri rumah tangga, caranya yaitu panaskan air susu kambing ditambah gula pasir 25 sampai 50% dari berat air susu kambing, aduk susu kambing etawa selama pemanasan hingga mengental dan membentuk butiran Kristal, kemudian blender butiran yang dihasilkan tersebut yang kemudian akan menjadi susu kambing etawa bubuk. Bahan pembuat aroma dan rasa antara lain jahe, straubery dan coklat dapat ditambahkan saat proses pembuatan susu kambing etawa bubuk. Susu Kambing Etawa bubuk ini dapat disimpan dan di konsumsi selama 3 sampai 4 bulan. Susu kambing etawa yang diolah menjadi dodol dan dikemas dengan baik bisa tahan selama 3 bulan jika disimpan pada suhu kamar. Jika Anda menyimpannya dalam lemari es, dodol susu kambingetawa bisa disimpan selama 5 bulan. Dalam 250 sampai 500 cc air susu kambing ditambah bahan campuran dodol lainnya dapat menghasilkan 0,8 sampai 0,9 kg dodol susu kambing.

Untuk pembuatan olahan susu kambing etawa menjadi kefir sedikit lebih rumit di banding olahan susu dan dodol, karena membutuhkan 5 sampai 10 % bibit starter kefir untuk membuatnya. Caranya, panaskan susu kambing hingga mendidih selama kurang lebih 5 menit, setelah dingin tambahkan starter kefir sebanyak 5 sampai 10 % dari berat susu yang akan diolah. Simpan dalam gelas tertutup selama 20 sampai 24 jam. Apabila Anda menginginkan aroma khas kefir, simpan selama 7 hari setelah kefir sudah dipanen.

Saat ini pasar susu kambing dalam bentuk segar maupun olahan masih sangat terbuka luas, sehingga hal ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan oleh para peternak kambing sebagai usaha yang bisa meningkatkan nilai ekonomis susu kambign etawa.



No comments:

Post a Comment