Crystal X banner

Thursday, December 18, 2014

Ternyata Melinjo Dapat Atasi Radikal Bebas

Di Indonesia melinjo telah lama dikenal sebagai bahan untuk pembuatan emping yang dikenal dengan nama emping melinjo. Selain dibuat emping mengkonsumsi biji melinjo juga biasa dilakukan dengan hanya merebusnya. Melinjo yang berbentuk unik ini memiliki rasa khas setengah pahit namun juga gurih dan lezat jika Anda bisa mengolahnya dengan benar. Mungkin itulah yang menjadi alasan mereka yang yang menyukai biji melinjo. Namun  banyak juga orang yang menjauhi makan melinjo karena dianggap dapat membuat sakit asam urat dalam tubuhnya kambul lagi. Benarkah itu?
Berikut ini berbagai manfaatnya melinjo bagi kesehatan
Buah Melinjo yang memiliki nama lain Gnetum gnemon L. sudah digunakan sebagai makanan di Asia Tenggara dan menurut penelitian yang pernah dilakukan melinjo ternyata kaya akan kandungan antioksidan yang dapat memperkuat ketahanan tubuh agar terhindar dari radikal bebas. Penelitian yang telah dilakukan oleh seorang Peneliti dari Universitas Jember, Tri Agus Siswoyo, Agus menilai bahwa aktivitas antioksidan yangada di dalam biji melinjo setara dengan nilai vitamin C. Aktivitas antioksidan melinjo tersebut dapat diperoleh dari konsentrasi proteinnya yang tinggi yaitu 90 sampai 10 persen dari setiap biji melinjo.
Protein utama yang ada pada biji melinjo inilah yang dipercaya sangat efektif untuk menanggulangi radikal bebas yang bisa menjadi penyebab berbagai macam penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi juga penyempitan pembuluh darah dan penuaan dini.
Menurut sang peneliti melinjo memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai bahan suplemen kesehatan karena kandungan protein fungsional di dalamnya. Selain itu melinjo merupakan tanaman yang mudah tumbuh subur sehingga sangat gampang diperoleh dan dibudidayakan dimana saja.
Saat ini sudah ada studi resmi tentang penggunaan protein yang ada pada biji melinjo sebagai sumber antioksidan yang baik. Bahkan apabila penggunaan peptida antioksidan dari hidrolisis biji Gnetum gnemon ini berhasil maka akan tersedia suplemen nutrasetikal alternatif yang murah dan juga aman.
Ternyata Jepang telah lebih dulu melihat adanya potensi antioksidan besar dari biji tanaman yang masuk ke dalam keluarga Gnetaceae ini. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tri Agus Siswoyo tentang isolasi dan karakterisasi peptida antioksidan dari biji melinjo ini telah membuatnya menjadi salah satu penerima dana riset dari Toray Science Foundation yang berasal dari Indonesia.


No comments:

Post a Comment